Saya di lahirkan pada hari senin subuh pada tanggal 3 November 1980. Saya adalah anak Sulung dari 5 bersaudara. Saya memiliki 3 saudara dan 1 Saudari. Saya di lahirkan di Kota Pekanbaru Kelurahan Tanjung Rhu Kecamatan 50. saya tinggal disana kurang lebih 7. Saat itu saya sempat di daftarkan oleh ibu saya di salah satu sekolah dasar di Rintis. Namun entah apa sebabnya keluarga kami tiba-tiba pindah ke daerah Kulim namanya. Saya terpaksa di daftarkan kembali ke sebuah SD di daerah kulim tepatnya di Jalan Indrapuri namanya yang ssat ini SD tersebut di namakan SDN 002 Indrapuri. Disana saya bersekolah hingga naik ke kelas VI.
Pada saat Liburan panjang kenaikan kelas itu kami sekeluarga berlibur ke rumah Nenek yang berada di pulau jawa tepatnya di kabupaten Pandeglang Jawa Barat. sesampai di sana saya sangat menikmati liburan panjang tersebut. Namun setelah tiba beberapa hari hendak berakhirnya liburan saya mengajak ibu saya untuk kembali ke Pekanbaru, namun ibu saya mengatakan "kita tidak akan kembali kesana dan kamu akan sekolah disini" jawab ibu saya. Saat itu saya merasa sangat sedih tapi apa hendak di kata saat itu saya masih anak-anak yang tak berdaya dan terpaksa mengikuti kemauan orang tua. Singkat cerita saya di daftarkan di salah satu SD di Pandeglang yaitu di SDN 001 Pandeglang.
Saya merasa canggung awalnya bersekolah di sana, lama kelamaan saya merasa senang karena teman-teman di sana sangat baik dan sangat bersahabat. Banyak sekali kenangan saya saat bersekolah disana meski saya hanya sekolah 1 cawu disana. Salah Satu nama yang saya ingat adalah Yanti, dia sangat berkesan bagi saya. Selain itu ada nama-nama lain seperti Santi, Iim dan masih bnyk lagi nama yang saya sudah lupa. Singkat cerita karena ayah saya tak kunjung menyusul kami ke Pandeglang ibu saya mengajak kami kembali ke Pekanbaru. Karena itu saya berhenti bersekolah dan tidak memberikan kabar ke SD tempat saya sekolah. Dari cerita Nenek saya teman-teman saya berulang kali datang ke rumah nenek saya untuk menanyakan saya. Nenek saya menjawab " Dia kembali ke Pekanbaru". Dengan kejadian itu saya jadi berhenti sekolah dan kami pulang ke pekanbaru.
Tak lama kami di Pekanbaru orang tua saya membawa kami hijrah ke kampung halaman ayah saya di Siborongborong namanya. Setelah menganggur sekolah selama 8 bulan, orang tua saya berniat mendaftarkan saya kembali ke salah satu SD di kamoung agar saya melanjutkan sekolah saya namun saya di suruh mengulang dari kelas VI lagi. Saya sempat mengatakan bahwa saya tidak mau bersekolah lagi karena saya sudah putus asa mengenai sekolah. Namun orang tua saya berpikir lain, meskipun saya berkata tidak mau sekolah saya tetap di daftarkan dan akhirnya saya mengulang sekolah kelas VI kembali dan akhirnya saya Tamat SD juga ditahun 1994.
Setelah saya Tamat ada kendala yang cukup serius waktu itu. Saya sempat menunggak uang sekolah dan uang lainnya yang berhubungan dengan EBTA dan EBTANAS waktu itu. Sehingga pada saat waktunya untuk stik jari di Ijazah saya tidak datang ke sekolah, namun teman2 saya datang menjemput saya ke rumah. Mereka berkata " kamu di panggil ibu Luhut". Emang wali kelas kami waktu itu adalah inu Luhut panggilannya. Dan dengan rasa gundah bercampur malu, senang karena semua hal yang terjadi saya melangkah bersama teman-teman ke sekolah akhirnya saya pun melakukan stik jari di ijazah saya. Tetapi pada saat pengambilan ijazah saya tidak mengambilnya karena saya masih memiliki tunggakan di sekolah. Pada saat itu memang adalah masa panen padi, kebetulan kami juga ada menanam padi dan padi kami saat itu berbuah sangat baik. Setelah kami memanennya dan ibu buru2 menjemurnya agar segera dapat di giling menjadi beras dan di jual ke pasar agar mendapat uang untuk dapat menebus ijazah saya yang nota bene bila hari pada saat kami hendak membayar tunggakan itu ke rumah ibu Luhut ke esokan harinya ijazah saya akan di serahkan ke Dinas P dan K yang akan membuat urusan lebih rumit bila hendak menebusnya. Puji Tuhan kami belum terlambat Sehingga kami tidak perlu repot ke Dinas P dan K untuk mengurusnya.